Home Gaya Hidup LIPI Racik Hand Sanitizer Alami dan Di bagikan Terbatas

LIPI Racik Hand Sanitizer Alami dan Di bagikan Terbatas

0
Tim peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berencana memproduksi han sanitizer berbahan alami untuk kalangan terbatas Di tengah wabah virus Corona.

Jakarta, Liga178News– Tim peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berencana memproduksi han sanitizer berbahan alami untuk kalangan terbatas Di tengah wabah virus Corona jenis baru (SARS CoV-2) stok cairan pembersih tangah atau hand sanitizer mendadak langka.

Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono mengatakan lembaganya memiliki beberapa alternatif agen antimikroba yang diekstrak dari bahan alam Indonesia. Bahan ini bisa digunakan untuk membantu membunuh mikroba yang menempel pada tangan. “Ekstrak rempah seperti pala dapat menambah aroma wangi alami pada hand sanitizer. Sebagai aroma, ditambahkan juga pala, fraise dan isopulegol sebanyak 0,05-0,1 persen” terang Agus.

Setiap batch produksi mampu menghasilkan 10 liter han sanitizer yang dikemas dalam botol ukuran 150 ml dan 100 ml. Dengan memanfaatkan herbal, hand sanitizer yang dikembangkan LIPI tersebut tercium lebih harum dan tidak menyengat. “Hand sanitizer produksi LIPI ini mengandung bioethanol sebagai antiseptic sebanyak 63-65 persen dan nano silver sebagai tambahan antiseptic sebanyak 0,3 persen” tutur Agus lagi. Rencananya, bakal ada 300 liter hand sanitizer yang diproduksi.

Selain untuk penggunaan di lingkungan Lembaga, cairan pembersih tangan ini juga akan dibagikan ke sekolah-sekolah di sekitar Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Serpong. Agus berharap, upaya tersebut mampu mengatasi kekhawatiran masyarakat dan kelangkaan produk hand sanitizer di pasaran. “Tidak perlu panik. Kita bisa cegah infeksi virus corona dengan menjaga kebersihan diri, rajin cuci tangan dan gunakan hand sanitizer” ia mengingatkan. Sementara peneliti Center for Drug Discovery and Development Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra mengatakan untuk membunuh bakteri dan mencegah virus paling tidak diperlukan kadar alcohol sekitar 70 persen.

Exit mobile version